1 DASAWARSA Smesco di Magelang

LLP-KUKM Promosikan 1Dasawarsa SMESCO di Magelang

MAGELANG — SMESCO Indonesia ikut meramaikan HUT Kota Magelang ke-1.111. Salah satunya dengan menggelar Magelang Fair 2017 di Alun-Alun, Kota Magelang, Sabtu (6/5) hingga Selasa (9/5). Acara tersebut bertujuan untuk memamerkan hasil produk olahan lokal yang kemudian layak dijadikan ikon dan ciri khas Kota Magelang, sebagai oleh-oleh para pendatang dari luar kota maupun turis mancanegara.

Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) Kemenkop dan UKM Ahmad Zabadi mengatakan bahwa partisipasi SMESCO Indonesia untuk meramaikan Magelang Fair 2017 dalam rangkaian HUT Kota Magelang memang dirasakan sangat spesial. Sebab, lembaga yang dipimpinnya itu berkesempatan untuk tur promosi 1Dasawarsa SMESCO yang diselenggarakan di beberapa kota. Di antaranya, Malang, Magelang, Semarang, dan kota-kota besar lainnya.

Puncak acara peringatan 1Dasawarsa SMESCO akan dilaksanakan pada Juli hingga September 2017 di kawasan SMESCO Indonesia di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, ujar Zabadi di Magelang, Selasa (9/5).

Menurut dia, rangkaian kegiatan HUT Kota Magelang, menjadi road show 1Dasawarsa SMESCO di kota yang kedua. Sebelumnya sudah diadakan di Malang dalam Malang City Fair Expo 2017. Zabadi menambahkan, SMESCO Indonesia secara berkelanjutan turut serta dalam kegiatan-kegiatan pameran yang diselenggarakan baik di dalam negeri maupun mancanegara. Hal itu, dilakukan sebagai upaya untuk terus mendorong para pelaku UKM Indonesia dalam mempromosikan dan membuka akses pasar seluas-luasnya bagi produk-produk yang dihasilkan.

Zabadi menambahkan, acara Magelang Fair 2017, bukan hanya memamerkan hasil produk lokal saja, tapi memberikan ruang tanya jawab kepada pelaku UMKM Kota Magelang dan warga untuk mengetahui potensi dan daya saing dengan kota-kota lainnya yang ada di Indonesia. Selain itu, juga digelar talkshow dengan tema Mengenali Potensi Daerah Destinasi Wisata untuk Membuka Akses Pasar Produksi KUMKM. Diharapkan talkshow tersebut memberikan gambaran untuk pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitasnya dan mempunyai banyak inovasi baru.

Talkshow tersebut juga menghadirkan tamu istimewa, yakni Dirut LLP-KUKM Ahmad Zabadi, Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Kepala Bappeda Kota Magelang Joko Suparno, dan Kepala Disperindag Kota Magelang Joko Budiono.

Pada kesempatan tersebut, Zabadi menjelaskan bahwa destinasi wisata lokal bisa dikenal dunia. Artinya, Indonesia mampu memberikan hasil produk lokal yang memenuhi kompetensi, dokumen, kelayakan agar menjadi ikon sebuah kota. Contohnya, Kota Manado. Pemerintah mampu membuka akses penerbangan dari Tiongkok dengan destinasi wisata langsung ke Manado. Mereka mampu memberikan target untuk meningkatkan destinasi wisatanya melalui kota wisata dan oleh-olehnya, kata Zabadi.

Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina pun juga sependapat dengan Zabadi. Menurut dia, Kota Magelang sudah mampu memberikan hasil lokalnya dan diekspor ke Eropa dengan kerajinan kerang yang notabene bukan merupakan hasil sumber daya alam Kota Magelang karena Magelang sendiri tidak mempunyai pantai, tapi tak menutup kemungkinan justru mampu meningkatkan memajukan UMKM Kota Magelang tercinta.

Ada salah seorang pelaku UMKM produksi Batik Naris, yakni ibu Naris meminta agar Bappeda Kota Magelang memberikan akses penataan tempat jualan di salah satu destinasi wisata Kota Magelang, yakni Gunung Tidar, di mana di lokasi tersebut pengunjung yang berziarah maupun sekadar melihat pemandangan makin meningkat dari hari ke hari, ujarnya.

Dengan adanya talkhsow ini, pemerintah mampu mendengar langsung apa yang diinginkan para pelaku UMKM. Nantinya pemerintah akan lebih meningkatkan lagi pelatihan UMKM guna meningkatkan hasil, mutu, kualitas produk sehingga punya kompetensi untuk go nasional maupun go internasional sebagai hasil ekspor seperti kerajinan kerang. Di samping itu, nantinya pelatihan UMKM ini juga akan merambah ke dunia e-commerce dan penjualan online melalui SMESCOtrade.com.