Salam SMESCO RumahKU, Rumahnya Koperasi dan UKM

“Di negeri kita ini begitu melimpah dengan hasil-hasil alam. Kopi, teh, kakao, rumput laut, kayu, rotan, serat-serat tumbuhan, rempah-rempah, perikanan, ternak, dan lain-lain. Jangan hanya dijual sebagai bahan mentah, tapi diolah untuk menghasilkan produk-produk dengan nilai tambah yang tinggi. Untuk semua itu dibutuhkan sentuhan pebisnis yaitu mulai dari kreativitas, memanfaatkan opportunity, mampu berproduksi, menghasilkan profit serta siap mental untuk terus bertumbuh.”

Ahmad Zabadi, Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran KUKM

NEGERI BERJUTA UKM

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak ke 4 dunia yaitu 256 juta jiwa. Dari jumlah penduduk tersebut, menurut Bank Dunia, penduduk yang termasuk kelas menengah diperkirakan mencapai 134 juta jiwa dengan memiliki pendapatan US$ 2 – US$ 20 per hari. Di atas mereka ada kelompok orang kaya dan sangat kaya yang memiliki pendapatannya lebih besar dan sangat besar. Namun masih ada 27,7 juta penduduk miskin dengan penghasilan di bawah US$ 2 per hari.

PiramidUniknya, di Indonesia ada sekitar 58 usaha mikro kecil (UMK) atau lebih tepatnya mereka masih menjalankan kegiatan usaha secara mandiri. Mereka itu adalah para self employed. Dan ada sekitar 1,65% penduduk yang telah menjadi pengusaha atau disebut sebagai entrepreneur. Mereka ini dulunya juga berasal dari start up bisnis dan mampu mengembangkan usahanya hingga usahanya berkembang dengan lebih baik.

Pemerintah bertekat meningkatkan jumlah entrepreneur seperti itu hingga pada kisaran 5% dari jumlah penduduk. Angka 5% jumlah entrepreneur merupakan jumlah standar untuk sebuah negara yang kuat secara ekonomi. Dengan kata lain, jumlah entrepreneur di Indonesia selayaknya mencapai sekitar 13 juta orang. Mereka bukan lagi self employed, tetapi bisnisnya sudah berjalan stabil dengan mempekerjakan orang lain dan telah memiliki tata kelola sistem manajemen yang baik.

Jadi, fokus pemerinah dalam pengembangan UMK adalah bagaimana agar para UMK dapat naik kelas menjadi entrepreneur skala menengah dalam arti bisnis mereka dapat bertumbuh menjadi usaha yang sehat, bisnisnya mantap, menghasilkan laba, bankable, dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja serta memiliki sikap mental untuk terus tumbuh menjadi pebisnis yang lebih baik.