Blog

Kunjungan delegasi Tim Penasehat Kepresidenan Korea Selatan

Kunjungan delegasi Tim Penasehat Kepresidenan Korea Selatan

Kunjungan delegasi Tim Penasehat Kepresidenan Korea Selatan yang dipimpin oleh Mantan Menteri Maritim dan Perikanan Korsel diterima oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM didampingi oleh Direktur Utama LLP-KUKM, Emilia Suhaimi, Deputi Bidang Kelembagaan, Deputi Bidang Pembiayaan, Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran di smesco INDONESIA, Senin, 22 Januari 2018.

Kunjungan yg difasilitasi oleh Prof Kim selaku pemilik Busan Indonesia Centre (BIC) ini merupakan kunjungan balasan Kementrian Koperasi dan UKM beserta smesco INDONESIA ke BIC pada tahun 2017 lalu.

Dalam Rangkaian kerjasama antara Kementerian Koperasi dan UKM dengan Pemerintah Korea ini, kedua pihak membahas potensi dan peluang investasi dalam bidang peningkatan UKM.

smesco INDONESIA sebagai lembaga pemerintah dapat menjadi hub untuk melakukan trading dan jembatan penghubung bagi produk UKM untuk menembus pasar Korea Selatan

Malang Business Forum Festival 2018

Malang Business Forum Festival 2018

Malang Jadi Kekuatan Ekonomi BaruPerkembangan ekonomi di Malang, kian pesat. Bahkan, Kota Apel tersebut dinilai menjadi kekuatan ekonomi baru. Keunggulan tersebut dipaparkan Wali kota Malang Mochamad Anton di sela-sela Malang Business Forum Festival yang berlangsung di Gedung smesco INDONESIA, Sabtu (9/12/2017).
Anton menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi di Malang dilakukan dengan berbagai strategi. Salah satunya, membangun ekonomi kreatif Kota Malang.
’’Kita membangun sinergi yang melibatkan empat elemen. Di antaranya pemerintah, pengusaha, akademisi, dan masyarakat ekonomi kreatif. Langkah itu bakal melahirkan unit-unit usaha di Kota Malang, yang bergerak secara linier,’’ kata Anton.
Anton mengakui, dalam mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Malang, pihaknya mengacu kepada program reformasi total koperasi yang digulirkan Kementerian Koperasi dan UKM. Hasilnya, angka kemiskinan di Kota Malang turun dari 5,90 % menjadi 4,60 %. Begitu juga dengan tingkat pengangguran menurun dari 43% menjadi 29,60%. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Kota Malang yang terbesar di Jawa Timur sebesar 5,61%.
Menurut Anton, untuk meningkatkan ekonomi kreatif tersebut, kalangan generasi muda harus segera mengubah pandangan dari job seeker menjadi job maker dan job creator. ’’Kita memiliki potensi bonus demografi yang amat strategis dan positif. Tapi, potensi itu bisa menjadi negatif bila tidak dikelola dengan baik,’’ kata Anton.
Jadi, untuk mewujudkan itu, lanjut Anton, butuh peran para pengusaha untuk membangun iklim kondusif bagi pengembangan kewirausahaan di Kota Malang. Tak hanya itu, dalam berbagai usaha pembangunan, Kota Malang pun kini mendapat julukan baru. Di antaranya, bisa mewujudkan sebagai Malang Kota Star-Up, Kampung Tematik, Kampung Warna-Warni, Kampung Gerabah, Celaket Kampung Sinau Budaya, serta Kampung Keramat
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga mengapresiasi kinerja Kota Malang yang mampu mengembangkan ekonomi digital dan ekonomi kerakyatan di wilayahnya. ’’Peran pemerintah adalah memberikan kemudahan dalam pembiayaan, yaitu KUR dengan bunga 9% serta fasilitasi hak cipta dan merek secara online dan gratis,’’ ucap Puspayoga.
Dirut LLP-KUKM smesco INDONESIA Emilia Suhaimi menjelaskan, pelaksanaan Malang Business Forum Festival memang spesial. Selain digelar di gedung smesco INDONESIA, acara tersebut juga dikolaborasi dengan acara Smesco Award. Hadir juga para pengusaha dan pelaku UMKM asli dari Malang. Hal tersebut menambah semangat para pengusaha lainnya untuk memberikan inspirasi antar pelaku UMKM.
Emilia menambahkan, UKM memang terus tumbuh dengan berbagai karya inovatif dan mampu meningkatkan angkatan kerja. Namun, faktor modal dan pemasaran masih sering dikeluhkan sebagai kendala utama. “Karena itu, smesco INDONESIA sebagai rumah bagi UKM Kreatif berupaya memberikan bantuan dan bimbingan kepada UKM dari segi pemasaran, packaging, maupun solusi permodalan,’’ papar Emilia.
Smesco Indonesia Gelar Kuliner Warisan Enak 2018

Smesco Indonesia Gelar Kuliner Warisan Enak 2018

Smesco Indonesia menggelar Kuliner Warisan Enak yang diikuti 26 stand UKM kuliner se-nusantara. Kuliner Warisan Enak digelar di halaman depan gedung Smesco Indonesia, Jln Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (9/12/2017).

Kuliner Warisan Enak yang merupakan agenda rutin Lembaga Layanan Pemasaran KUMKM ini diadakan berbarengan dengan acara pemberian penghargaan Smesco Award 2017 yang berkolaborasi dengan Malang Business Forum Festival.

Direktur Utama LLP-KUMKM Emilia Suhaimi mengatakan sebagai wahana dan sarana bagi kalangan UKM untuk mengembangkan dan meningkatkan kapasitasnya sebagai pelaku ekonomi dan diharapkan UKM bisa naik kelas.

“Sehingga pada gilirannya usaha mereka akan terus meningkat ke level yang semakin baik. Kami memberi nama untuk event ini Wisuda UKM Naik Kelas,” ungkap Emilia.

Hikmah ekonomi digital yang belakangan ini merambah ke berbagai sektor usaha telah membawa perubahan signifikan bagi perkembangan UKM. Para pelaku UKM terus tumbuh dengan berbagai karya inovatif dan mampu meningkatkan angkatan kerja.

Namun demikian faktor modal dan pemasaran masih sering dikeluhkan sebagai kendala utama. Karenanya, LLP-KUKM berupaya memberikan bantuan dan bimbingan kepada UKM baik dari segi pemasaran, packaging maupun solusi permodalan.

“Melalui ajang kolaborasi dengan Pemkot Malang dan Majalah Peluang serta para pengusaha Kuliner Nusantara, kami mencoba membangun sinergi yang saling mengokohkan peran sentral UKM sebagai motor penggerak perekonomian nasional,” kata Emilia.

Acara ini dihadiri Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga, Walikota Malang Muhammad Anton, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah Peluang Irsyad Muchtar, Duta Besar Uni Emirat Araf untuk Indonesia, penyanyi Anang Hermansyah, serta 21 UKM penerima penghargaan Smesco Award 2017.

 

SMESCO Jajaki Akses Pemasaran ke Singapura

SMESCO Jajaki Akses Pemasaran ke Singapura

Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM) gencar mempromosikan dan memasarkan produk unggulan dari UKM binaan SMESCO Indonesia di RISING50 BAZAAR Singapura.

Direktur Utama LLP-KUKM Kemenkop dan UKM Emilia Suhaimi menegaskan, RISING50 BAZAAR merupakan pameran produk UKM Indonesia. Acara tersebut hasil kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Informasi Singapura dengan Kedutaan Besar RI dalam memperingati 50 tahun Singapore Design.

’’Kesempatan ini juga digunakan oleh LLP-KUKM untuk menjajaki Indonesian Showcase yang diusung oleh Kedutaan Besar RI di Singapore, mengingat sudah waktunya bagi UKM mempersiapkan diri memasuki era digital melalui pemasaran online dan e-commerce,’’ ujar Emilia dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Sabtu (4/11/2017).

Menurut Emilia, pertemuan dengan Dubes RI Singapura merupakan peluang terbukanya akses pemasaran dan distribusi produk UKM Indonesia di pasar Singapura, serta memberikan motivasi bagi UKM Indonesia untuk lebih meningkatkan kualitas produk, akses pemasaran, dan jaringan distribusi produk, baik di pasar Singapura maupun ke pasar global.

’’Pada kesempatan ini kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara yang telah memprakarsai terselenggaranya acara yang sangat penting bagi para pelaku usaha dalam rangka meningkatkan akses pemasaran dan jaringan distribusi produk,’’ ujarnya.

Emilia menjelaskan, keberadaan SMESCO Indonesia sebagai pelaksana teknis dari Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai tugas untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produk unggulan yang dihasilkan oleh para KUKM seluruh Indonesia dan dapat melakukan aktivitas bisnis langsung kepada para KUKM.

Event yang diselenggarakan saat ini, menurut Emilia, merupakan media yang dapat dimanfaatkan oleh para KUKM Indonesia dalam rangka membuka akses pemasaran dan distribusi produk di pasar Singapura.

’’Kami berharap untuk tahun berikutnya, SMESCO akan ikut berpartisipasi sebagai peserta bazaar pada event yang bergengsi tersebut,’’ papar Emilia.

 

Source : www.wartaekonomi.co.id

Decofair 2017 Berakhir, Produk UKM Mitra Smesco Indonesia Laku Keras

Decofair 2017 Berakhir, Produk UKM Mitra Smesco Indonesia Laku Keras

Bisnis.com, JAKARTA – Pelaksanaan Decofair 2017 di Hilton Hotel, Jeddah, Arab Saudi, telah berakhir dengan sukses termasuk untuk empat booth smesco Indonesia yang men-display produk furniture dan home deco.

Pada pameran bertaraf internasional produk unggulan UKM mitra smesco Indonesia diborong oleh para buyer pada hari terakhir pameran Decofair yang diselenggarakan pada 6-9 November 2017 tersebut.

Direktur Utama Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi Usaha Kecil Menengah (LLP-KUKM)/smesco INDONESIA Emilia Suhaimi menyebutkan bahwa produk UKM mitra smesco Indonesia yang dipamerkan tersebut laku keras. “Dari pameran itu terdapat beberapa buyer dari Jeddah sampai Mesir berminat untuk pemenuhan usaha perlengkapan hotel dan apartemen,” ujar Emilia di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (12/11/2017).

Emilia menyebutkan bahwa yang paling membanggakan dari hail pameran Decofair 2017 adalah target transaksi ekspor sebesar US$ 1,7 juta bisa dilampaui. Bahkan, melebihi target. Dari hasil catatan menyebutkan bahwa nilai potensi transaksi buyer menembus US$ 2.144.000. Jumlah itu berasal dari beberapa buyer Timur Tengah, antara lain dari Jeddah (Arab Saudi) dan Mesir.

Dengan potensi pasar yang sangat tinggi ini, Emilia mengimbau kepada para UKM mitra smesco Indonesia untuk mempertahankan dan menjaga kualitas sampai desain produk. “UKM Binaan juga harus terus berinovasi dan berkreasi, sehingga survive untuk bersaing di pasar dunia,” kata Emilia.

Dengan demikian, menurut Emilia, peluang pasar produk UKM mitra smesco Indonesia masih terbuka luas dan punya prospek cerah di pasar global, khususnya di negara-negara teluk di Timur Tengah. “Saya kira UKM mitra smesco Indonesia jangan hanya eksis di negara sendiri, tapi harus bisa menembus pasar global. Artinya, UKM harus tetap semangat berkarya dan memproduksi produk unggulan yang berkualitas dan bisa dipasarkan hingga ke mancanegara,” ujar Emilia.

Apalagi, kata Emilia, di negara Arab dan Timur Tengah, pangsa pasar produk furniture dan home decor semakin terbuka dengan makin berkembangnya kebutuhan perlengkapan untuk dekorasi hotel dan apartemen. “Misalnya, buyer dari Mesir tertarik dengan produk home decorative dari smesco Indonesia. Bahkan, produk pajangan yang dipamerkan itu dilirik oleh buyer Mesir dan negara-negara Arab lainnya,” paparnya.

Mayoritas para buyer yang berminat tersebut adalah perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang interior desain untuk hotel berbintang di jazirah Arab. “Mereka juga tertarik dengan produk-produk rotan, karena rotan adalah material asli Indonesia,” tandas Emilia.

 

Source : www.bisnis.com

Smesco ikut meramaikan pameran DecoFair 2017 di Jeddah, Mekkah

Smesco ikut meramaikan pameran DecoFair 2017 di Jeddah, Mekkah

Salah satu mitra Smesco INDONESIA yg ikut dalam pameran decofair 2017, Jade interior mendapatkan 3 potensial buyer yaitu 2 dari Jeddah dan 1 dari Yaman. Direktur Utama Smesco INDONESIA, Emilia Suhaimi, mengatakan bahwa, Buyer dari Yaman meminati  produk untuk kebutuhan furniture hotel yang selama ini didatangkan dari China. Setelah melihat design dari Jade interior yang berkonsep modern klasik mereka akan beralih ke produk Indonesia yang kualitasnya jauh lebih bagus. Sementara buyer dari Jeddah akan melakukan transaksi bisnis untuk kebutuhan art shop mereka.

Load More